Para Pendiri

Di Balik Amarusa Parama

Pendiri dan Pegiat:

Pendiri dan pegiat Amarusa Parama adalah figur-figur yang memiliki rekam jejak panjang sebagai kartunis, wartawan, kurator seni, dan akademisi dari berbagai kawasan di Indonesia. Mereka adalah:

PRAMONO

Pramono R.Pramoedjo, berlatar pendidikan Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) Yogyakarta, Pramono dikenal sebagai kartunis papan atas Indonesia. Pernah menjabat sebagai Kepala Bagian Desain Adegan Sejarah dalam Diorama Monumen Nasional dan Monumen Pancasila Sakti Lobang Buaya, Jakarta; Wakil Pemimpin Umum sekaligus karikaturis/kartunis harian Sinar Harapan. Sejumlah penghargaan bidang karikatur dari dalam dan luar negeri pernah diraih. Menjadi pembicara pada sejumlah seminar, termasuk Workshop Editorial Cartooning the Asia Foundation, di Kuala Lumpur, Malaysia. Ia juga tercatat sebagai pemegang Rekor MURI 2010 untuk kategori karikaturis. Salah satu pendiri Museum Kartun Indonesia, Bali, dan Persatuan Kartunis Indonesia (Pakarti), saat ini Pramono tinggal di Salatiga, dan mengelola KayoE Gallery.

YEHAYH Setyo Raharjo, alias Yehana Sr, adalah pendiri Semarang Cartoons Club (SECAC); pengisi rubrik karikatur dan kartun editorial di harian Bahari, Kartika, dan Wawasan, Semarang. Ia dikenal sebagai organisator penggagas dan penyelenggara berbagai acara dan pameran kartun nasional, antara lain: “Temu Kartunis Nasional” pertama di Semarang (1985); lomba kartun internasional pertama di Asia Tenggara “Candalaga Mancanegara International Cartoon Festival” (1987-1988); pada periode 1983-2017 puluhan lomba kartun berbagai tema ia selenggarakan, dari lomba kartun “Sumpah Pemuda” se-Jawa Tengah, lomba kartun “Jamu Tradisional” di Jakarta, hingga Astra International Cartoon Contest 2017 dan “Temu Kartunis Nasional” dan pameran kartun internasional di Borobudur. Ia juga memproduksi (dan sutradara) sejumlah program TV, seperti Jaya Suprana ShowToshiba Top-10 Video Weekly, film iklan dan sinetron.

DARMINTO

Darminto M Sudarmo, dikenal dengan inisial Odios, adalah pengamat humor (lawak, kartun, dan humor lainnya), pendiri (KOKKANG) Kelompok Kartunis Kaliwungu (1981). Ketua Penyelenggara kontes kartun internasional Candalaga Mancanegara International Cartoon Festival (1987-1988) dan salah satu komisioner dan juri Astra Motor International Cartoon Contest 2017. Mantan Pemimpin Redaksi Majalah HumOr ini aktif menulis artikel di Kompas, Kontan, Suara Merdeka, Jawa Pos dan produktif menulis puluhan buku humor/komik antara lain: Jiddu Krishnamurti Revolusi; Indonesia Dijarah; Lelucon Sehari-hari; Lelucon Antar Bangsa Volume 1 & 2 (1999); Lelucon Intim; Guyon Demokrasi; Guyon SexGar (2003); Anatomi Lelucon di Indonesia (2004); How to Be A Good Comedian (2006); Kecerdasan Humor (2013); Republik Badut (2014), Lelucon is Power (2015). Pernah menjadi produser eksekutif untuk empat seri film dokumenter soal Pondok Pesantren yang ditayangkan di RCTI, dan sebagai program director untuk paket acara komedi.

TOTOK R

Totok Roesmantoadalah Profesor arsitek lulusan cum laude Universitas Diponegoro dan lulusan terbaik program master Toyohashi University of Technology Japan ini memiliki prestasi segudang. Puluhan jabatan pernah dipegangnya, dari ketua jurusan, dewan penasehat Ikatan Arsitek Indonesia, sampai dewan ahli berbagai bidang terkait dengan arsitektur. Ia aktif menulis di berbagai media dan juga sering diundang menjadi pembicara dalam banyak diskusi, seminar dan lokakarya. Tercatat 70 penghargaan pernah ia raih, dari Medalion Sapporo Snow Statue International Contest hingga Upanyada Bhakti Upapradana bidang Atsitektur. Menjadi juara sejumlah desain arsitektur, seperti desain Museum Jateng dan Monumen Tanjung Mas; pernah juga menjadi juri sejumlah lomba rancangan arsitektur, seperti Aga Khan Award. Dalam bidang kartun, ia menjadi partisipan lebih dari 40 pameran, baik tunggal maupun barengan, di dalam maupun luar negeri, termasuk sebagai juri Astra Motor International Cartoon Contest.

NON O

Non-O S. Purwono, alumni STSRI Yogyakarta jurusan Desain Komunikasi Visual ini dikenal sebagai kartunis super-produktif. Dunia animasi ia geluti sejak bergabung dengan PT Anima Indah, perusahaan animasi pertama di Indonesia. Karyanya pernah diterbitkan di berbagai group media Tempo Group, Selecta Grup, Kartini Grup, Kompas Gramedia Grup (majalah Hai, Intisari, Bobo). Pernah menjadi kartunis/illustrator tetap di harian Sinar Harapan, Suara Pembaruan, termasuk di harian Kompas dan belasan media lainnya sebagai kartunis lepas. The Japan Foundation mesponsori Non-O mewakili Indonesia dalam ajang 5th Asean Cartoonists Exhibition bersama kartunis dari berbagai negara Asia. Ia memenangkan penghargaan Karikatur Terbaik, Anugerah Jurnalistik MH Thamrin PWI bertutur-turut pada 1992, 1994, 1995, 2002, 2004, juga berbagai lomba kartun lainnya. Ia terus produktif berkarya melalui media sosial sebagai kartunis lepas dan aktif di Persatuan Kartunis Indonesia (Pakarti).

ITOK

Itok Isdianto, lulusan Seni Grafis, Institut Seni Indonesia, Yogyakarta, ini pernah menjadi kartunis lepas di harian Minggu Pagi, Yogyakarta (1985-1987). Pernah bekerja di bagian desain grafis Gramedia Pustaka Utama, dan kartunis lepas di majalah Intisari, ilustrator lepas di majalah Bobo, MC Comic Gramedia (Donald Bebek dan Princess) pada periode 1998-1994. Sebagai desainer Grafis untuk stationery eksport produk Disney, Barbie di Asia Pulp and Paper Jakarta. Mengikuti pameran buku di Frankfurt, dan workshop singkat di Disney Paris. Periode 2001-2012, mengepalai bagian produksi di Pustaka Lebah, mengerjakan beberapa produk Ensiklopedi CSR untuk Pertamina, Exxon Mobil, Bank Mandiri, Bank BNI, Bank Indonesia, PT Pupuk Kaltim, PT Petrochina, Unilever, Merchandise Anak Danamon, ITM, Pupuk Kaltim, Perhutani, BATAN, Buku KPK, BKN, PU, dan Majalah Komunitas Mc Donalds untuk anak.

TASSTri Agus Siswowihardjolebih dikenal dengan akronim “Tass”, adalah dosen di Program Studi Ilmu Komunikasi Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (STPMD) APMD Yogyakarta. Sebelumnya, pernah bekerja di majalah Infobank dan Editor. Juga pernah bergumul di sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) seperti Pijar Indonesia dan Solidamor (solidaritas Indonesia untuk Timor Leste). Di forum internasional pernah bekerja di SEAPA Jakarta, perwakilan ALTSEAN on Burma di Jakarta, dan konsultan media untuk UNDP di Dili Timor Leste. Terlibat dalam kegiatan Pekan Humor Indonesia (PHI) di Taman Ismail Marzuki dan Taman Impian Jaya Ancol Jakarta, bekerjasama dengan Lembaga Humor Indonesia (LHI). Menulis sejumlah buku humor seperti Mati Ketawa Cara Timor Leste(2002), GAMGerr Aceh Merdeka (2003), Humor Pemilu 2004 (2004), Senyum dikulum Tsunami (2006), Merapi Tak Pernah Ingkar Monarki(2012), Obama Bicara (2011), Ayo Menulis di Media (2013).

JANGO

Jango Pramartha,  alumni Universitas Udayana, University of Western Australia, dan dosen luar biasa ISI Denpasar ini memulai karir sebagai kartunis di harian Bali Post (1983-2013) dan harian Nusa Bali. Ketua Persatuan Kartunis Indonesia, Pakarti, periode 2005-2009 ini menerbitkan dan pemimpin redaksi Bog Bog Bali Cartoon Magazine, majalah kartun berbahasa Inggris dengan tema Bali. Aktif mengadakan pameran, lomba, dan membuka klinik kartun, serta kerap mengikuti pameran kartun dan seni di dalam dan luar negeri, antara lain, pameran kartun Bali Sing Ken-Ken di Murdoch University dan Fremantle Art Centre (2013); Bali Return Economy di Fremantle Art Centre, Perth (2014); GloBALIsm Solo Cartoon Exhibition di Frankfurt German (2015); Pameran kartun Organization of World Heritage Cities (OWCH) Di Gyeongju Korea (2017).. Saat ini merintis program Denpasar City Heritage Tour bekerjasama dengan kampus-kampus International seperti: Minnesota University dan University of Western Australia.

NUR HIDAYAT

Nur Hidayat, sarjana jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Diponegoro Semarang dan Master di Binus Busines School Jakarta ini bekerja sebagai Manajer Pemberitaan/Produksi di TV Tempo dan Tempo Channel. Sebelumnya menjadi wartawan di harian Wawasan Semarang, harian Kartika Semarang, majalah HumOr Jakarta, majalah Matra Jakarta, Koran Tempo Jakarta, dan majalah Tempo. Mendirikan Terminal Kartun Ungaran (Terkatung) pada 1984 dan pernah aktif mengirim kartun di berbagai media seperti Suara Merdeka, Krida, Intisari, Warnasari, dan Ananda. Pernah menjadi penulis naskah komedi Ngelaba dan Asep Show (TPI) serta banyak paket komedi lainnya. Selain bekerja di Tempo, kini masih menulis skenario FTV maupun sitkom, serta mengajar di beberapa perguruan tinggi di Jakarta.

KUSS

Kuss Indarto, alumni Seni Grafis, Institut Seni Indonesia, Yogyakarta ini pernah menjadi kartunis di harian Bernas, Yogyakarta (1991-2001), menerbitkan buku kumpulan editorial cartoon “Sketsa di Tanah Mer(d)eka” (1998). Anggota Dewan Kurator di Galeri Nasional Indonesia (2008-2014) ini ikut mendirikan Yayasan Biennale Jogja. Pemimpin redaksi majalah seni budaya “Mata Jendela” Taman Budaya Yogyakarta (sejak 2008), dan editor in chiefsitus www.indonesiart.id. Pernah mengikuti workshop seni rupa di Rajabath University, Uttaradith, Thailand (2004). Kurator “Socio-Lanscape”, pameran koleksi Galeri Nasional Indonesia di Cambodia National Museum, Phnom Penh (2014). Mengikuti 23th Ludvig SiromaPlast International Symposium di Nagykanisza, Hungaria (2015). Menjadi pembicara di forum China-South East Asia Art Culture Coporation di Beijing (2016). Menjadi kurator untuk “Crossing Currents”, Special Exhibition of Indonesia di Beijing International Art Biennale (BIAB), di China (2017).

JAN PRABA

Jan Prabakartunis dengan pengalaman lebih dari 30 tahun ini pernah berkarier sebagai graphic designer dan kartunis di majalah Warta Ekonomi, CompArt Publishing, dan sebagai Art Director di TEP. Ad, Creative Director Global Outdoor, Senior Art Director di CKMS Adv. dan Creative Director Bintang Design. Menggeluti kartun sejak 1982, ia mendirikan perkumpulan kartunis Rawamangun (Perkara) dan aktif terlibat dalam kegiatan Pakarti (Persatuan Kartunis Indonesia) sebelum resmi dideklarasikan hingga kini menjadi Ketua Umum (2011). Sebagai ketua Pakarti, ia bekerja sama dengan KPK dalam upaya memberantas korupsi lewat kartun; menerbitkan kumpulan kartun anti korupsi bertema ‘Kartunis Ber-Aksi’ dan pameran Hari Anti-Korupsi Internasional di Yogyakarta (2014). Dalam rangkaian acara ‘Indonesia International Book Fair 2017’ di Jakarta Convention Center, Pakarti memamerkan 1000 kartun anti-korupsi dan tercatat dalam rekor MURI sebagai pameran kartun bertema korupsi terbanyak.

TONI M

Toni Masdionomengawali karir seni pada majalah Anda, Kawanku, dan Intisari(sejak 1978). Beberapa pameran seni, komik dan kartun, termasuk menjadi juri dan pembicara dalam workshop komik dan animasi di dalam dan luar negeri. Ilustrator buku terbitan Gramedia Pustaka Utama (1990-2010) dan sejumlah penerbitan lain. Penulis buku “14 Jurus Membuat Komik” (1998), juga pernah menjadi kartunis editorial untuk majalah Komunikasi dan Berkat Bandung (sejak 1983); mengisi komik kisah para Nabi dalam majalah berbahasa Sunda Langlang Mitra (sejak 2009). Saat ini sedang menyelesaikan tiga novel grafis, kerjasama dengan penerbit Metahuna Studio Jogjakarta, dan dua lainnya dengan perusahaan dari Singapura ACAS (Association Comic Artists Singapore). Toni adalah anggota APACA (Asia Pacific Animation and Cartoon Association) dan International Editorial Board untuk IJOCA (International Journal of Comic Art) berkedudukan di Philadelpia, Amerika.

DHANY

Dhany Valiandradikenal sebagai Pekerja Seni, banyak terlibat dalam dunia artistik Seni Pertunjukan di Yogyakarta. Membidani lahirnya grup pertunjukan “Dagelan Mataram Baru”. Tim kreatif pertunjukan Pasar Rakyat dan Republik BBM Djarum 76, serta road show Monolog Butet Kartaredjasa. Ia juga terlibat dalam kerja artistik untuk film “On the Water Front” karya Garin Nugroho. Menjuluki diri sebagai penghobi kartun dan penggiat komik, Dhany saat ini mengelola grup pertunjukan New Ketoprak, menjadi Art Director tontonan alternatif dengan Bendera Kabinet Raminten Jogjakarta. Sampai sekarang mengelola Industri Kreatif “Ubo Rampe Raminten”; Industri Oblong Kartun cinderamata Jogja, dan aktif sebagai wakil ketua Paguyuban Kartunis Yogyakarta (PAKYO). Kini fokus bekerja untuk pelestarian Komik Indonesia, dengan menerbitkan ulang komik-komik karya Teguh Santosa.
LUKAS.revLukas Luwarso, praktisi media dan komunikasi lebih dari 25 tahun. Pernah berkarier sebagai wartawan di harian Bisnis Indonesia dan majalah Forum Keadilan. Sejumlah posisi kunci di organisasi media pernah dipegang, antara lain: Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI); Direktur Eksekutif Dewan Pers, Direktur Eksekutif Southeast Asian Press Alliance (SEAPA), dan Senior Communication Specialis di Kedutaan Amerika, Jakarta. Menulis sejumlah buku, menjadi konsultan media dan komunikasi di sejumlah lembaga (Pertamina, CIDA, UNESCO, dll). Ikut mendirikan Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS); pendiri dan pengurus Yayasan Tifa (lembaga donor), dan pengurus Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS). Saat ini aktif di Pokja Dewan Pers, mengajar di LPDS, mengelola media online SH.net, dan kolumnis tetap di watyutink.com. Penerima beasiswa Fulbright, program Humphrey Fellowship, untuk studi jurnalisme di University of Maryland, Amerika Serikat, pada 2005-2006.

Daries Soetomo karikaturDaries Sutomo. Graphic Designer, Sarjana Ilmu Komunikasi FISIP UniversitasDiponegoro Semarang. Mengawali kariernya dari majalah kampus dan koran di lingkungan Universitas Diponegoro. Serta aktif membuat kartu nlepas untuk berbagai media, seperti SuaraMerdeka, Wawasan, Intisari, Mutiara, dll.Tahun 1988 bekerja di majalah berbahasa Inggris Hello, sebagai art editor – graphic designer & ilustrator.Tahun 1992 menjadi Design Coordinator di PT. Matahari Putra Prima, tbk. Pernah mendalami dunia animasi dan mengerjakan motion graphic dan visual fx pada sejumlah film seri televisi dan iklan komersial (1997-2001).  Tahun 2001 sampai sekarang bergabung denganTarra Group, sebuah perusaahan di bidang entertainment sebagai Creative Manager – COU Pre Production. Menjadi pemimpin redaksi majalah Inova (2006-2010). Sempat men-direct beberapa music video clip dan ad commercials. Pernah mengajar DKV dan Design Grafis di FISIP Undip jurusan Ilmu Komunikasi (2011-2012).